Riwayat Perusahaan : - Didirikan di Medan dengan nama NV Chunghwa Shangyeh Maatschappij (The Chinese Trading Company Limited) bergerak dalam bisnis simpan pinjam dan perdagangan umum. Pada tahun 1958, Bank resmi beroperasi sebagai Bank Umum. Sejak saat itu, Bank terus bertransformasi menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Bank Chunghwa Shangyeh pada tahun 1962 dan kemudian berganti nama menjadi PT Bank Kesawan pada tahun 1965. Pada 1990, terjadi relokasi kantor pusat dari Medan ke Jakarta.
Lima tahun kemudian mendapat ijin menjadi Bank Umum Devisa dan Bank Persepsi yaitu bank yang dapat menerima pembayaran pajak. Go public pada tahun 2002 dan 2014 Qatar National Bank (QNB) membeli 69,59% sahamnya yang kemudian merubah namanya menjadi PT Bank QNB Kesawan Tbk. Pada tahun yang sama, kembali melakukan rebranding dengan mengubah namanya menjadi Bank QNB Indonesia Tbk.
Bank QNB Indonesia yang sebelumnya dikenal dengan nama NV Chunghwa Shangyeh berdiri sejak tahun 1913 di Medan. Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun di dunia perbankan, pada tahun 2011 memperkuat struktur permodalan melalui right issue yang menjadikan Qatar National Bank (QNB) sebagai pemegang saham pengendali dan kemudian berubah menjadi PT Bank QNB Kesawan Tbk. Di tahun 2014 melalui right issue IV kepemilikan saham Qatar National Bank (QNB) naik menjadi 82,59% dan nama Bank berubah menjadi PT Bank QNB Indonesia Tbk. Pada tahun 2017, melalui right issue V kepemilikan saham QNB Group naik menjadi 90,96%.
QNB berdiri pada tahun 1964 sebagai bank komersial Qatar pertama dengan kepemilikan saham 50% oleh Qatar Invesment Authority dan 50% sisanya dimiliki oleh publik.
QNB Group yang merupakan bank nomor satu di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, terus meningkatkan kinerjanya. QNB baru-baru ini dianugerahi peringkat sebagai “Bank Terbaik di Timur Tengah” oleh majalah Euromoney dan terpilih sebagai “Salah Satu dari 50 Bank Teraman di Dunia” oleh majalah Global Finance di tahun 2013.
B. Bank Tabungan Negara
Nama : PT Bank Tabungan Negara Tbk. Alamat : Kantor Pusat. Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No.1 Jakarta 10130 Berdiri Sejak : Tahun 1897 Pendiri Perusahaan : Pemerintah Hindia Belanda Jumlah Karyawan : 33.982 orang
Riwayat Perusahaan : - Postspaar Bank didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda saat rakyat Indonesia sedang getol-getolnya merebut kemerdekaan. Tujuan pendirian bank ini agar masyarakat gemar menabung dan berkedudukan di Batavia.
Setelah kemerdekaan diproklamasikan, maka Tyokin Kyoku diambil alih oleh pemerintah Indonesia, dan namanya diubah menjadi Kantor Tabungan Pos RI. Usai dikukuhkannya, Bank Tabungan Pos RI ini sebagai satu-satunya lembaga tabungan di Indonesia. Pada tanggal 9 Februari 1950 pemerintah mengganti namanya dengan nama Bank Tabungan Pos.
Postspaar Bank yang menjadi cikal bakal Bank BTN ini, pada masanya, berhasil meraih masyarakat sebagai nasabah yang gemar menabung. Dalam kurun waktu 30 tahun, dana yang berhasil dihimpun sudah mencapai Rp 5,4 juta. Jumlah yang sangat besar untuk masa itu. Kini, Bank BTN yang memiliki laba bersih Rp 1,042 triliun.
Memiliki asset Rp.189,513 dengan total dana pihak ketiga sebesar Rp 114, 749 triliun. Bank yang berkonsentrasi di kredit perumahan ini memiliki 33.982 orang
Sukses Bank BTN dalam bisnis KPR juga telah meningkatkan status Bank BTN sebagai bank Konvensional menjadi Bank Devisa pada tahun 1994. Layanan bank dalam bentuk penerbitan Letter of Credit (L/C), pembiayaan usaha dalam bentuk Dollar, dan lain lain bisa diberikan Bank BTN dengan status tersebut. Dengan status baru ini tidak membuat Bank BTN lupa akan fungsi utamanya sebagai penyedia KPR untuk masyarakat menengah kebawah.Bank BTN pun makin melebar pada tahun 1989 Bank BTN sudah mengeluarkan obligasi pertamanya. Pada tahun 1992 status Bank BTN ini menjadi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) karena sukses Bank BTN dalam bisnis perumahan melalui fasilitas KPR tersebut. Status persero ini memungkinkan Bank BTN bergerak lebih luas lagi dengan fungsinya sebagai bank umum (komersial). Demi mendukung bisnis KPR tersebut, Bank BTN mulai mengembangkan produk-produk layanan perbankan sebagaimana layaknya bank umum (komersial).
C. Bank OCBC/NISP
Nama : PT Bank OCBC NISP Tbk. Alamat : OCBC NISP Tower. Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25 Jakarta 12940 Berdiri Sejak : 04 April 1941 Pendiri Perusahaan : Liem Khe Tjie, Karmaka Surjaudaja (Kwee Tjie Oei) Jumlah Karyawan : 6.654 orang
Riwayat Perusahaan : - Bank OCBC NISP (dahulu bernama Bank NISP) didirikan pada tanggal 4 April 1941 di Bandung dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank. Resmi menjadi bank komersial sejak tahun 1967, menjadi bank devisa tahun 1990 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1994.
Sejak 1999 hingga 2010 mendapat suntikan dana berupa pinjaman jangka panjang dari IFC dan FMO. Pada 2004, OCBC Bank-Singapura membeli 85,1% Bank NISP dan pada 2006 memindahkan kantor pusatnya dari Bandung ke Jakarta. Pada tahun 2011, Bank OCBC NISP genap berusia 70 tahun sekaligus memasuki tonggak sejarah penting, dimana Bank OCBC Indonesia resmi bergabung (merger) dengan Bank OCBC NISP.
Bank OCBC NISP (sebelumnya dikenal dengan nama Bank NISP) atau selanjutnya disebut sebagai “Bank”, merupakan Bank tertua keempat di Indonesia yang didirikan pada tanggal 4 April 1941 di Bandung dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank.
Keberadaan Bank OCBC NISP di industri Perbankan Indonesia selama lebih dari 76 tahun tidak lepas dari sosok Karmaka Surjaudaja dan Lelarati Lukman.
Karmaka Surjaudaja mulai mengelola Bank pada tahun 1963 dengan jabatan Direktur Operasional. Di tengah kondisi Indonesia yang sedang bergejolak saat itu, Bank tumbuh dengan sehat dan berhasil melalui beberapa krisis, salah satunya sanering pada tahun 1965. Keberhasilan ini membawa Karmaka Surjaudaja diangkat menjadi Presiden Direktur pada tahun 1971–1997 dan Presiden Komisaris pada tahun 1997– 2008.
Atas pengabdian dan pengorbanannya yang luar biasa selama lebih dari 40 tahun, Karmaka Surjaudaja dan Lelarati Lukman diberikan gelar Chairman Emeritus serta Commissioner Emeritus, dan Senior Advisor di Bank OCBC NISP pada tahun 2008. Sejak tahun 2015 kemudian berubah menjadi Founding Chairman dan Founding Chairwoman.
D. Bank Rakyat Indonesia
Nama : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Alamat : Kantor Pusat. Gedung BRI 1, Jl. Jenderal Sudirman Kav.44-46 Jakarta 10210, Indonesia Berdiri Sejak : 16 Desember 1895 Pendiri Perusahaan : Raden Bei Aria Wirjaatmadja Jumlah Karyawan : 56.763 orang
Riwayat Perusahaan : - Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan pada tanggal 16 Desember 1895 di Purwokerto dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi).
Bank yang didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja ini diakui sebagai Bank Pemerintah pertama pada tahun 1946. Pada 1 Agustus 1992, BRI resmi perseroan terbatas dan pada tahun 2003, BRI menjadi perusahaan go public. Pada kuartal pertama tahun 2016, BRI memiliki asset senilai Rp 907,84 triliun dengan total utang sebesar Rp774,18 triliun dan berhasil membukukan laba sebesar Rp 11,95 triliun.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat.
Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan. Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
E. Bank Himpunan Saudara
Nama : PT. Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk. Alamat : Gedung Bank Woori Saudara,Jalan Diponegoro No.28, Bandung - Jawa Barat. 40115 Berdiri Sejak : Tahun 1906 Pendiri Perusahaan : 10 pedagang Pasar Baru Bandung Jumlah Karyawan : 2.209 orang
Riwayat Perusahaan : - Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk adalah salah satu Bank Umum di Indonesia. Berdiri pada 1906 atas prakarsa 10 saudagar Pasar Baru. Pada 1913 perusahaan ini disahkan sebagai Badan Hukum berstatus “Vereeniging”. Pada 1975 menjadi Badan Hukum dengan nama “PT. Bank Tabungan Himpunan Saudara 1906”.
Mulai 1993 Bank ini mulai beroperasi sebagai bank umum. Bank Saudara memiliki misi 5 pilar yaitu menjaga kepercayaan masyarakat, memberikan pelayanan secara personal, peningkatan kualitas manajemen dan operasional perbankan, melestarikan usaha perbankan dengan nilai-nilai tata kelola perusahaan (good corporate governance) yang baik dan pelopor jasa keuangan yang berkembang inovatif. Sejak 2012, Bank Saudara dimiliki Arifin Panigoro (Medco Grup).
Grand Opening Gedung Bank Saudara sekaligus bertepatan dengan HUT Bank Saudara ke 107 pada 18 April 2013. Kantor Pusat Bank Saudara yang semula berlokasi di Jalan Buah Batu No. 58 Bandung kemudian pindah ke Gedung Bank Saudara di Jalan Diponegoro No. 28 Bandung.
PT Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk, telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia melalui surat tertanggal 30 Desember 2013 terkait pembelian 33% (tiga puluh tiga persen) saham Bank Saudara oleh Woori Bank Korea.
Pada akhir 2014 terjadi merger dengan PT Bank Woori Indonesia dan sejak Tahun 2015, namanya berubah menjadi Bank Woori Saudara.
Sejarah kelembagaan Bank Indonesia dimulai sejak berlakunya Undang-Undang (UU) No. 11/1953 tentang Penetapan Undang-Undang Pokok Bank Indonesia pada tanggal 1 Juli 1953. Dalam melakukan tugasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Moneter, Direksi, dan Dewan Penasehat. Di tangan Dewan Moneter inilah, kebijakan moneter ditetapkan, meski tanggung jawabnya berada pada pemerintah. Setelah sempat dilebur ke dalam bank tunggal, pada masa awal orde baru, landasan Bank Indonesia berubah melalui UU No. 13/1968 tentang Bank Sentral. Sejak saat itu, Bank Indonesia berfungsi sebagai bank sentral dan sekaligus membantu pemerintah dalam pembangunan dengan menjalankan kebijakan yang ditetapkan pemerintah dengan bantuan Dewan Moneter. Dengan demikian, Bank Indonesia tidak lagi dipimpin oleh Dewan Moneter. Setelah orde baru berlalu, Bank Indonesia dapat mencapai independensinya melalui UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia yang kemudian diubah dengan UU No. 3/2004. Sejak saat itu, Bank Indonesia memiliki kedudukan khusus dalam struktur kenegaraan sebagai lembaga negara yang independen dan bebas dari campur tangan pemerintah dan/atau pihak-pihak lain. Namun, dalam melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, dan transparan, Bank Indonesia harus mempertimbangkan pula kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian. Pada periode 1959-1966, yang menjadi Gubernur BI adalah R. Soetikno Slamet, Soemarmo, T. Jusuf Muda Dalam, dan Radius Prawiro. Selama periode tersebut dilakukan pembukaan dan penutupan kantor cabang dan kantor perwakilan, yaitu pembukaan kantor cabang Bandar Lampung (2 Desember 1961), Biak (19 Februari 1963), Sorong (14 Maret 1963), Manokwari (17 Maret 1963), Merauke (19 Maret 1963), Tanjung Pinang (15 Oktober 1963), Banda Aceh (2 Maret 1964), Samarinda (10 November 1964), Pekanbaru (21 Desember 1964), Sabang (28 Desember 1964), dan Kupang (10 Februari 1965). Pada tanggal 31 Desember 1968, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang (UU) No. 13 tahun 1968. UU ini memiliki perbedaan sangat prinsip dibandingkan dengan UU No. 11/1953. Dalam UU No. 13/1968 ini, BI tidak lagi diperkenankan melakukan jenis usaha bank yang bersifat komersial. UU sebelumnya masih mengijinkan Bank Indonesia (BI) menjalankan usahausaha komersial tersebut. Perubahan kebijakan Bank Indonesia (BI) melalui deregulasi moneter dan perbankan tahun 1983 sampai dengan 1991 menuntut perubahan terhadap tata perbankan di Indonesia. Oleh karena itu, dilakukan perubahan atas Undang-Undang (UU) No. 14/1967 dengan UU No. 7/1992 tentang Perbankan. Berdasarkan UU No. 7/1992 tersebut, BI diberikan wewenang dalam penetapan tingkat kesehatan bank berdasarkan aspek permodalan, kualitas aset, kekuatan manajemen, rentabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aspek-aspek lain yang berhubungan dengan bank. Selain itu, UU Perbankan Tahun 1992 tersebut juga memberikan penegasan dan perluasan wewenang dalam penentuan batas maksimal pemberian kredit bagi seseorang atau kelompok debitur dan peran BI dalam pembinaan dan pengawasan bank, termasuk tindakan terhadap bank yang mengalami kesulitan dan membahayakan kelangsungan hidup bank tersebut. Selama periode 1983-1997, BI pernah dipimpin oleh Arifin M. Siregar (1983-1988), Adrianus Mooy (1988-1993), dan J. Soedradjad Djiwandono (1993-1998). Sumber : Daftar Gubernur BI - http://www.wikiwand.com/id/Daftar_Gubernur_Bank_Indonesia Sejarah BI - https://www.bi.go.id/id/tentang-bi/museum/sejarah-bi/bi/Pages/sejarahbi_1.aspx
Pada tanggal 25 Maret 2006 PT. Andika Karya Tuan Andi mendapat persetujuan pinjaman investasi dari Bank ABC senilai Rp. 90.000.000,- untuk jangka waktu 1 tahun. Bunga yang dibebankan sebesar 24% pa.
Hitunglah cicilan setiap bulannya jika di hitung Sliding Rate
Dik:
Tanggal pinjam : 25 Maret 2006
Nilai pinjaman : Rp. 90.000.000 * (1 digit NPM terakhir = 2) = Rp. 180.000.000
Jangka waktu : 1 tahun / 12 bulan.
Bunga : 24%/tahun.
Dit:
Hit. cicilan/bulan dengan Sliding method? Jawab : Cicilan pokok per bulan = pinjaman pokok / lama kredit dalam bulan
Rp. 180.000.000 / 12bulan = Rp. 15.000.000
persentase bunga/bulan = persentase bunga per tahun / 12 bulan 24% / 12 = 2%/bulan
Bunga/bulan = sisa pinjaman * persentase bunga per bulan / lama kredit dalam bulan Sisa pinjaman = sisa pinjaman - Cicilan pokok bulan ke-1 Rp. 180.000.000 * (2/100) = Rp. 3.600.000
bulan ke-2 Rp. 165.000.000 * (2/100) = Rp. 3.300.000
bulan ke-3 Rp. 150.000.000 * (2/100) = Rp.3.000.000
bulan ke-4 Rp. 135.000.000 * (2/100) = Rp. 2.700.000
bulan ke-5 Rp. 120.000.000 * (2/100) = Rp. 2.400.000
bulan ke-6 Rp. 105.000.000 * (2/100) = Rp. 2.100.000
bulan ke-7 Rp. 90.000.000 * (2/100) = Rp. 1.800.000
bulan ke-8 Rp. 75.000.000 * (2/100) = Rp. 1.500.000
bulan ke-9 Rp. 60.000.000 * (2/100) = Rp. 1.200.000
bulan ke-10 Rp. 45.000.000 * (2/100) = Rp. 900.000
bulan ke-11 Rp. 30.000.000 * (2/100) = Rp. 600.000
bulan ke-12 Rp. 15.000.000 * (2/100) = Rp. 300.000
Pada tanggal 25 Maret 2006 PT. Andika Karya Tuan Andi mendapat persetujuan pinjaman investasi dari Bank ABC senilai Rp. 90.000.000,- untuk jangka waktu 1 tahun. Bunga yang dibebankan sebesar 24% pa.
Hitunglah cicilan setiap bulannya jika di hitung dengan metode Flat.
Dik:
Tanggal pinjam : 25 Maret 2006
Nilai pinjaman : Rp. 90.000.000 * (1 digit NPM terakhir = 2) = Rp. 180.000.000
Jangka waktu : 1 tahun / 12 bulan.
Bunga : 24%/tahun.
Dit:
Hit. cicilan/bulan dengan Flat method?
Jawab :
Cicilan Pokok per bulan = pinjaman pokok / lama kredit dalam bulan
Rp. 180.000.000 / 12 bulan = Rp . 15.000.000
Bunga/bulan = pinjaman pokok * persentase bunga per tahun / lama kredit dalam bulan
Rp. 180.000.000 * (24/100) / 12 bulan = Rp. 3.600.000
This video is an interview with musical instrument store owner Z to Z Music located at Kp. Banjaran Pucung-Cilangkap-Tapos-Depok, this video we made based on fulfilling our duty.
Please watch this video, may be beneficial for all of us.
Staple or nine basic commodities are goods that become a staple for the people of Indonesia. This requirement then raises one type of business that is very tempting that is food stalls or grocery stores.
Why
Why choose to run this business?
Why is the food stall so delicious? as we know that basic food is definitely needed by the community and one of the keys to success in the business world is to sell goods or products needed by the public without regard to the class.
Nutrition is not only needed by the upper classes, but also the lower classes, not only in urban centers but also in marginal areas.
Advantages of Home Business "Warung Sembako"
The food business has its advantages because its market segmentation is almost comprehensive. This business targets not only the upper class but also the bottom, almost all the special humans who live in Indonesia is in need of what is sold in stalls of groceries so apart from the tight competition.
Business "staple food" business could be a very tempting business opportunity with a very good profit.
Lack of this business
Because selling a lot of goods, then certainly requires diligence and thoroughness in taking care of this business. You must carefully determine the type and price of goods sold. Because you buy with wholesale system while later sold by retail then you must be careful in calculating the price of each unit of ecer. In addition, in some places stalls of nine basic food competition is quite strict because the business is indeed a profitable business so many people who also want to reap the benefits of this business.
Where
Where will you run this business?
I will pioneer this business from my territory directly.
When
When will you start this business?
Actually this business I have started from now, but I will further develop this business for a more advanced future.
Who
Who is eligible for this business?
Anyone can follow this business.
How
How to run this business?
To achieve success in running this business, you should run some of the following tips include:
1. Selection of business location
The choice of business location can be an important condition in the success of the business of stall food stalls. Try to find a strategic place that can be reached by many people
2. Prioritize product quality and Service
Customer satisfaction is the price to die for the success of food stalls.
3. Finding the cheapest wholesale
In this case, you are required to be able to choose wholesale place at the cheapest price
Business property is a type of business that is directly or indirectly related to the interests of the people. People need property products, especially residential homes, to meet their basic needs. The government has an interest in promoting this business as it can help provide public housing, create jobs, mobilize the real sector, and increase tax revenues.
Planning is made anything that can answer the question 5W + 1 H, the planning question is as follows:
What
What kind of business will be run?
The business I'm going to run is a business in residential property. Where in this business I will provide interior decoration, exterior and house painting consulting services.
Why
Why choose to run this business?
Basically the type of business I will manage is in the area of residential property and home painting service providers and others, but I am not to take advantage of myself, my business is profitable for some parties, the profits derived from this business I will be dedicated to the place - such as mosques, orphanages, less decent houses to be renovated.
Where
Where will you run this business?
I will pioneer this business from my region live.
When
When will you start this business?
Actually this business I have started from now, but I will further develop again this business for the future more advanced.
Who
Who is eligible for this business?
Anyone can follow this business.
How
How do I run this business?
To start this business I will use the tools I have as a learning medium, then I will make a proposal to find an investor for this business to grow